Iklan

Iklan

Penanganan JT Gowa Makasar Sesuai SOP

Redaksi Tutur NTB
Saturday, April 25, 2020, 4:25:00 PM WIB Last Updated 2020-04-25T08:31:57Z

JT-Gowa-Makasar-sesuai-sop

Lombok Tengah,tabayyunews.id-Isu terkait longgarnya penanganan tim kesehatan atas 1  orang terkonfirmasi positif Covid 19 asal Kecamatan Praya, yang konon termasuk masuk kelompok Jamaah Thablig (JT), diakui Kepala UPTD BLUD Puskesmas Praya, H. Muslim Taslim, S. Kep. Ns. tidak benar.

Ia memaparkan tindakan pencegahan yang dilakukan Puskesmas, sudah sesuai dengan standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan Covid 19.

Para pasien itu lanjutnya tidak langsung menjalani isolasi. Saat kedatangan para jamaah tersebut, Tim siaga Covid 19, terlebih dahulu melakukan identifikasi melalui pemerintah desa dan jajarannya.

Baca Juga: Ratusan Lansia Penerima Bantuan Paket Sembako

Usai diidentifikasi, tim ini menemukan sebanyak 15 orang ditambah 3 orang yang datang secara sukarela ke puskesmas untuk pemeriksaan. Warga ini berasal dari Praya, Panja Sari, Prapen, Leneng termasuk Desa Bunut Baok.

Warga ini kemudian dikumpulkan untuk mengikuti rapid test di RMI. Dari hasil rapid test, terdapat 8 orang pasien reaktif. 1 diantaranya termasuk warga Desa Bunut Baok.

"Jadi yang 7 pasien ini masuk wilayah kerja UPTD kami. 1 orangnya masuk dalam wilayah kerja UPTD Aikmual,"paparnya, Rabu (22/04).

Sehari setelah mengikuti rapid test, ke 8 orang ini kemudian dijemput dan diantarkan ke kantor eks. Bupati, untuk menjalani karantina dan selanjutnya akan dilakukan test swab. Sesuai hasil swab, pasien terjangkit Covid 19 sebanyak 2 orang.

Sedangkan yang hasilnya negatif, dikembalikan ke rumah masing-masing dan tetap melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

1 orang yang terkonfirmasi positif , tidak termasuk kelompok jama'a Thablig. Pasien yang bersangkutan sebelum adanya test kesehatan, merupakan Jama'ah Calon Haji yang datang untuk menyerahkan berkas haji kepada petugas.

"Petugas kami tetap stand by dengan APD lengkap semua. sewaktu si pasien datang. Jadi yang seperti itu tidak ada. pasien setelah serahkan berkas langsung pulang. tidak keluyuran ke sana kemari."cetusnya.

Selain itu ia menilai tingkat kesadaran warga terhadap kondisi darurat Covid 19,semakin meningkat. Setiap warga mulai meningkatkan kewaspadaannya, terlebih ketika ada pendatang dari luar daerah NTB.

Di sisi lain, ia memberikan apresiasi terhadap tradisi gotong royong warga. Seperti yang terjadi pada Jamaah thabliq klaster Gowa Makasar. Selama masa karantina mandiri, warga sekitar kediaman bersangkutan, menyumbang kebutuhan makanan secara bergantian.

"Mereka bahu membahu memberikan makanan,mie telur dan beras, untuk meringankan beban kebutuhan yang bersangkutan selama menjalani karantina,"tukasnya.(sap)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Penanganan JT Gowa Makasar Sesuai SOP

Terkini

Topik Populer

Iklan